Pendaratan di Bulan

Pendaratan di bulan adalah peristiwa mendaratnya wahana antariksa di permukaan bulan, baik misi berawak maupun misi tanpa awak. Wahana buatan manusia pertama yang mencapai permukaan bulan adalah Luna 2 milik Uni Soviet yang mendarat pada 13 September 1959.
Apollo 11 milik Amerika Serikat merupakan misi berawak pertama yang mendarat di Bulan, pada tanggal 20 Juli 1969.Amerika telah mendaratkan 6 misi berawak antara tahun 1969 sampai 1972 serta sejumlah pendaratan tanpa awak. Misi pendaratan di bulan yang terakhir terjadi pada tahun 1976.
Sejak itu, dua belas Soviet dan pesawat ruang angkasa AS telah menggunakan roket pengereman untuk membuat pendaratan lembut dan melakukan operasi ilmiah di permukaan bulan, antara tahun 1966 dan 1976. [Referensi?] Uni Soviet dicapai pendaratan lunak pertama dan mengambil gambar pertama dari permukaan bulan pada Luna 9 dan Luna 13 misi. AS diikuti dengan lima pendaratan lunak Surveyor tak berawak.
Uni Soviet melakukan pendaratan tanpa awak di bulan pertama tahun 1959 dengan wahana antariksa Luna 2, yang diikuti oleh Amerika Serikat tahun 1962 dengan wahana antariksa Ranger 4. Sejak saat itu 12 wahana antariksa Uni Soviet dan Amerika Serikat telah menggunakan pengereman roket untuk melakukan pendaratan lembut dan melakukan operasi ilmiah di permukaan bulan, antara tahun 1966 dan 1976. Uni Soviet melakukan pendaratan lunak pertama dan mengambil gambar pertama dari permukaan bulan pada misi Luna 9 dan Luna 13. Amerika Serikat mengikuti dengan lima pendaratan lunak tak berawak.
Uni Soviet berhasil mengambil contoh tanah bulan dan membawa kembali ke bumi melalui misi Luna 16 pada 24 September 1970. Keberhasilan ini diikuti oleh misi Luna 20 pada tahun 1972 dan Luna 24 pada tahun 1976. Luna 17 dan Luna 21 merupakan misi penjelajah tak berawak yang sukses.
Dua misi pendaratan tak berawak yang gagal: Luna 23, berhasil mendarat namun peralatan ilmiah yang dibawa gagal beroperasi. Surveyor 4 milik Amerika Serikat, kehilangan hubungan radio beberapa saat sebelum mendarat.
Baru-baru ini, negara-negara lain telah menjatuhkan pesawat ruang angkasa di permukaan bulan dengan kecepatan sekitar 5.000 mil per jam (8.000 km / jam), tepat pada lokasi yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan pada satelit yang mengorbit bulan yang mengalami degradasi pada sistem, tidak bisa lagi mengatasi gangguan dari konsentrasi massa bulan untuk mempertahankan orbitnya. Satelit yang mengorbit bulan milik Jepang Hiten jatuh di permukaan bulan pada tanggal 10 April 1993. Badan Antariksa Eropa menjatuhkan satelit SMART-1 di permukaan bulan pada tanggal 3 September 2006.
Badan Antariksa India (ISRO) menjatuhkan Moon Impact Probe (MIP) pada 14 November 2008. MIP merupakan roket peneliti yang dilepaskan dari satelit Chandrayaan-1 yang mengorbit bulan, yang berfungsi melakukan percobaan penginderaan jauh selama MIP jatuh ke permukaan bulan. Kontak radio dengan Chandrayaan-1 juga telah hilang dan akan jatuh ke permukaan bulan pada akhir 2011 atau awal 2012. Satelit pengorbit bulan milik Tiongkok Chang'e 1 dijatuhkan ke permukaan bulan pada 1 Maret 2009.